Bisnis

Startup Edutech Diprediksi Makin Berkembang, Guru Jadi Sasaran

Pandemi Covid 19 memang telah menjadikan sistem pendidikan mengalami pergeseran ke ranah digital. Inilah mengapa edutech atau perusahaan rintisan di bidang pendidikan sangat dibutuhkan belakangan ini. Bahkan peluang untuk melakukan ekspansi juga sangat terbuka lebar. Mengingat semua elemen pendidikan berpindah dalam edukasi secara digital.

Peluang Edutech Yang Terbuka Lebar

Startup Edutech Diprediksi Makin Berkembang

Kehadiran edutech belakangan dinilai membantu dalam aspek pendidikan. Tentunya nama Ruangguru dan beberapa startup lainnya mulai dikenal banyak orang. Ruangguru sendiri berhasil mencatat peningkatan pengguna dari 50 persen hingga 22 juta di tahun kemarin. Dimana sebagian besar penggunanya berpusat di Pulau Jawa.

Hal ini tentunya bisa dianggap sebagai angin segar, jika startup ini masih bisa digali lagi. Ekspansi ke luar Pulau Jawa bisa dilakukan, sehingga bisa menjaring lebih banyak pengguna. Apalagi setelah kegiatan tatap muka masih dalam rencana yang kepastiannya masih abu abu. Adanya edutech akan sangat membantu semua jenjang pendidikan.

Terkait kondisi ini, Bendara Amvesindo atau Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia Edward Ismawan Chamdani, menyebutkan jika pandemi telah membuat rantai pendidikan bertransformasi ke digital. Akan menjadi momentum penyedia platform edutech dalam membantu agenda pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang setara di Indonesia.

Mengingat masih banyak wilayah yang kekurangan guru hingga cakupan subjek pendidikan. Karena jika hanya melakukan ekspansi, lagaknya masih belum greget. Untuk itu, mereka mulai melirik para pengajar sebagai target baru di dunia startup edutech. Gabungan kedua strategi tentunya akan mampu mendongkrak pendidikan di Indonesia selama masa pandemi ini.

Baca Juga Artikel Berikut : 5 Startup Terbesar Yang Tetap Lancar Jaya Saat Pandemi

Ruangguru Mulai Siapkan Talenta Pengajar

Startup Edutech Diprediksi Makin Berkembang

Peluang yang terbuka lembar rupanya disambut oleh Ruangguru dengan baik. Perusahaan rintisan di bidang pendidikan edukasi ini mengamini, jika peluang ini juga harus setara dengan peningkatan ketrampilan yang dimiliki para pengajar. Mengingat dalam kesiapan talenta digital juga membutuhkan peran serta pada guru,

Dalam hal ini, Anggini Setiawan sebagai Head of Corporate Communications Ruangguru menyuarakan jika perusahaan saat ini juga gencar melakukan banyak program untuk meningkatkan kualitas. Bukan hanya kualitas saja, kinerja hingga kompetensi juga turut ditingkatkan. Dimulai dari pengenalan, pendalaman sampai pada tahap praktik digital.

Dimana salah satu program yang telah dilakukan adalah Program Beasiswa Pembinaan dan Pelatihan Guru atau Indonesia Teaching Fellowship. Tidak ketinggalan program lain seperti Konten Pelatihan Guru Gratis dan juga Webinar. Lebih lanjut, Anggini juga menuturkan IFT difokuskan agar tenaga pendidik mendapatkan 5 aspek utama.

Aspek tersebut terdiri dari kompetensi penggunaan teknologi pengajaran, kompetensi profesional mata pelajaran yang diampu, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial pengajaran serta kompetensi kepribadian dan kepercayaan. Di tahun 2020 lalu, Ruangguru sudah melaksanakan 4 kali program ITF.

Dalam program programnya, Ruangguru menggaet Samsung Innovation Campus (SIC), agar bisa melibatkan guru lebih intensif selama tahapan pelatihan. Setidaknya ada 2 tahapan pelatihan untuk menuju pendidik yang tak hanya bisa mengajar tapi juga memiliki keahlian digital. Sehingga bisa membangun pendidikan yang sama rata di semua daerah Indonesia.

Apalagi kebutuhan akan talenta digital di Indonesia masih memiliki gap yang begitu besar. mengandalkan pendidikan formal saja rasanya akan kurang, dimana jumlah tenaga pengajar sebenarnya banyak. Tetapi yang mumpuni dalam keterampilan digital masih sangatlah sedikit. Jika menggaet pengajar bukan tidak mungkin edutech akan semakin pesat.

Untuk membangun sebuah proyek, terutama proyek pendidikan dibutuhkan banyak tangan yang saling bekerjasama. Begitu juga dengan startup Edutech yang tidak bisa bergerak sendiri. Mengingat selain menambah pengguna, perhatian akan belum meratanya internet dan nilai belanja juga harus menjadi perhatian.

Please follow and like us: