Bisnis

Merger Gojek Tokopedia Di depan Mata, Ini Rencana Besarnya

Dikabarkan tinggal selangkah lagi menuju Merger, kedua startup unicorn Indonesia Gojek dan Tokopedia akan menjadi yang paling bersejarah. Pasalnya jika keduanya bergabung, maka akan menghasilkan valuasi hingga setara Rp 560 Triliun. Lantas sebenarnya, apa rencana besar dibalik mergernya kedua perusahaan internet raksasa ini.

Mega Merger Gojek dan Tokopedia Berhembus Sejak Januari

Merger Gojek Tokopedia Di depan Mata

Hembusan kabar akan mergernya kedua perusahaan ini mulai santer terdengar sejak bulan Januari lalu. Apalagi jika hal ini memang terjadi, maka keduanya akan mampu untuk membangun ekosistem digital raksasa yang terbilang tangguh. Kabar ini pertama kali diberitakan Bloomberg News di tanggal 5 Januari 2021 silam.

Menurut Bloomberg, kedua perusahaan digital besar tersebut sudah menandatangani persyaratan yang dibutuhkan. Hingga akhirnya di bulan Februari, rencana merger keduanya sudah di depan mata. Di awal rencana, disebutkan jika merger dari kedua perusahaan bisa bernilai US$ 18 Miliar atau setara dengan Rp 252 triliun.

Angka tersebut didapatkan dari valuasi dari Tokopedia atau Gojek, masing masingnya bernilai US$ 7,5 miliar dan US$ 10.5 Miliar pada saat itu. Salah satu sumber juga menyebutkan kepada Bloomberg jika entitas keduanya akan menargetkan valuasi US$35 miliar sampai US$40 miliar pasca go public.

Dengan kedua mergernya perusahaan ini, maka akan membangun perusahaan di bidang teknologi raksasa. Mulai dari ride hailing, internet, pembayaran digital, belanja online sampai layanan digital bisa jadi sektornya. Tidak hanya itu, jika valuasi teraih maka entitasnya akan jauh mengungguli Grab yang valuasinya ada di US$14,5 menurut data CB Insights.

Rencana besar keduanya tidak hanya untuk membangun ekosistem digital yang lebih matang, tetapi juga untuk menyiapkan sebelum masuk IPO di Bursa Efek Indonesia juga di Bursa As. Dimana strateginya, akan membawa Tokopedia untuk melantai lebih dulu di BEI sebelum akhirnya merger. Barulah nanti entitas baru tersebut dibawah ke IPO AS.

Salah satu poin yang disepakati dalam perjanjian merger tersebut adalah 60 persen akan di bawah genggaman investor Gojek. Sementara untuk 40 persennya akan dipegang oleh Tokopedia. Terlepas dari rasio saham yang dimiliki, sebenarnya kedua belah pihak ini dalam keadaan yang setara.

Baca Juga Artikel Berikut : Startup Edutech Diprediksi Makin Berkembang, Guru Jadi Sasaran

Akan Jadi Sejarah Bagi Perkembangan Ekosistem Digital Tanah Air

Merger Gojek Tokopedia Di depan Mata

Kita bisa menilik sekilas tentang kedua perusahaan digital raksasa ini sebelumnya. 10 tahun lalu, Gojek hanya melayani ride hailing atau ojol. Hingga akhirnya melebarkan sayap pada logistik, pengiriman makanan sampai jasa keuangan. Bahkan tak lama, PT Dompet Anak Karya, GoPay berhasil mengakuisisi saham dari PT Bank Jago Tbk sebanyak 22%.

Sementara Tokopedia juga menjadi e commerce yang memiliki pertumbuhan GMV begitu fantastis. Di tahun 2019 silam, Tokopedia berhasil memiliki nilai transaksi sebanyak Rp 222 Triliun atau US$ 15 Miliar. Platform e commerce ini juga menjadi penyedia layanan paling lengkap, dari produk umum sampai pada hal spesifik layaknya investasi hingga pembayaran pajak.

Jika keduanya merger, maka akan menjadi sejarah bagi ekosistem digital, terutama di Dunia Startup. Gojek sendiri punya 38 juta pengguna aktif tiap bulannya, Sementara Tokopedia tercatat mempunyai 100 juta pengguna aktif. Tentunya jika keduanya berintegrasi, basis pelayanan dan nilai transaksinya juga akan meningkat. Dan hal ini juga kabar bagus untuk para pelanggan.

Kendati demikian, jika merger keduanya memang terjadi maka perlindungan data para penggunanya harus benar benar jadi perhatian. Selain itu, diharapkan keduanya juga mampu meningkatkan ekspansi semakin tinggi. Terutama untuk membawa barang Indonesia menuju pasar luar negeri.

Please follow and like us: